Rilis Gugus Tugas Nasional, Kota Kotamobagu Masuk Daerah Zona Rendah Covid-19

Diposting pada 08 Juli 2020 Dilihat 421 kali
Kembali

Kotamobagu—Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC-19) Nasional,  mengumumkan dari total 514  wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota di Indonesia, terdapat 36 wilayah beralih dari zona risiko sedang menjadi zona risiko rendah per 5 Juli 2020, salah satunya adalah Kota Kotamobagu.

DR. Dewi Nur Aisyah,  selaku Tim Pakar GTPPC-19 Nasional mengumumkan analisis mingguan periode 5 Juli 2020. Terdapat pertambahan persentase zona hijau atau wilayah tanpa kasus sebanyak 20,2 persen dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Sedangkan persentase zona risiko lain, sebesar 34 persen berada di zona risiko rendah, yang ditandai warna kuning, 35 persen zona risiko sedang, atau warna oranye dan 10,7 persen zona risiko tinggi, atau warna merah.

“Per tanggal 5 Juli 2020 terdapat 61 kabupaten/kota yang tidak terdampak, 43 kabupaten/kota masuk ke dalam zona hijau di mana tidak ada kasus baru, 175 kabupaten/kota dengan risiko rendah, 180 kabupaten/kota dengan risiko sedang, dan 55 kabupaten/kota dengan risiko tinggi,” ucap Dewi saat mengumumkan analisis mingguan di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa(7/7).

Perpindahan zona risiko COVID-19 di Indonesia tidak hanya dirasakan oleh 36 kabupaten/kota yang berpindah dari zona risiko sedang menjadi rendah saja, lebih lanjut Dewi mengumumkan bahwa terdapat 17 kabupaten/kota beralih dari zona risiko tinggi ke sedang, 10 kabupaten/kota dari zona risiko rendah ke hijau atau tidak ada kasus, dan 38 kabupaten/kota beralih dari zona risiko rendah ke sedang.

Berikut 36 kabupaten/kota yang mengalami peralihan dari zona risiko sedang menjadi rendah di Indonesia :

NO

PROPINSI

KAB / KOTA

 

Jawa Barat

Bogor, Cirebon, Bandung Barat, Kota Sukabumi

 

Jawa Tengah

Klaten

 

Jawa Timur

Pacitan

 

Provinsi Kalimantan Barat

Kutai Barat

 

Kalimantan Timur

Kutai Barat

 

Kalimantan Utara

Kota Tarakan

 

Maluku

Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Barat Daya, Kota Tual

 

Maluku Utara

Halmahera Selatan, Pulau Morotai

 

Sumatera Utara

Dairi

 

NTB

Lombok Tengah

 

NTT

Kupang

 

Papua

Biak Numfor, Boven Digoel

 

Riau

Indragiri Hilir, Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kota Dumai

 

DI Yogyakarta

Sleman

 

Sulawesi Selatan

Pinrang

 

Sulawesi Tengah

Buol, Morowali

 

Sulawesi Utara

Kota Kotamobagu

 

Sumatera Barat

Agam, Pasaman, Solok Selatan

 

Sumatera Selatan

Kota Prabumulih

 

Dewi menegaskan sekaligus mengingatkan bahwa COVID-19 merupakan sebuah penyakit yang sangat dinamis sehingga memiliki pergerakan yang begitu cepat.

“Kita dapat melihat pergerakan yang begitu cepat. Kasus positif berubah menjadi sembuh, kemudian orang yang sebelumnya ODP (atau) PDP kemudian terkonfirmasi menjadi positif. Sebuah daerah dengan cepat juga terjadi perubahan, dari zona risiko tinggi turun menjadi sedang, atau dari rendah naik menjadi sedang, dan lain sebagainya,” ucap Dewi.(Admin_Diskominfo)